Failed connect to jconsole locally

9 04 2009

Baru saja mencoba tutorial menggunakan jmx dari situs ini, namun sudah mengalami kegagalan. Permasalahan yang dihadapi, tidak bisa melakukan koneksi secara lokal. Padahal di semua tutorial yang ada, contoh pertama yang digunakan adalah koneksi secara lokal. Coba browsing dengan Google, yang ditemukan permasalahan koneksi secara remote.

Penasaran akhirnya saya coba cek dengan perintah :

hostname -i

menghasilkan 127.0.1.1.

Ternyata hostname tidak merujuk ke alamat localhost alias 127.0.0.1.
Saya coba edit file /etc/hosts yang isinya seperti ini :

127.0.0.1 localhost localhost.localdomain localhost web9.net www.web9.net myrailsapp.net www.myrailsapp.net web9.com www.web9.com
127.0.1.1 hendrik-laptop

# The following lines are desirable for IPv6 capable hosts
::1 ip6-localhost ip6-loopback
fe00::0 ip6-localnet
ff00::0 ip6-mcastprefix
ff02::1 ip6-allnodes
ff02::2 ip6-allrouters
ff02::3 ip6-allhosts

Comment pada bagian : 127.0.1.1 hendrik-laptop , dan pindahkan hendrik-laptop ke bagian 127.0.0.1.

Restart kembali aplikasi sampel, dan Alhamdulillah berhasil konek secara lokal.





Resep #1: Setting default role untuk pengguna baru

28 03 2009

Pada dasarnya Drupal menyediakan 2 default role, yaitu :

a. anonymous user
b. authenticated user

Dan untuk pengguna baru yang mendaftar melalui email, tidak ada role yang di-set. Dalam kasus sistem rekritmen untuk HR Office di AIT, kami memerlukan 3 role baru, yakni :

a. Applicant
b. HR Officer
c. Unit

Untuk pengguna dengan role HR Officer dan Unit dibuat oleh adminsitrator dan/atau penggua dengan role HR Officer. Sedangkan untuk calon pelamar yang mendaftar melalui email akan diset dengan role Applicant. Untuk itu perlu diset role default untuk pengguna yang mendaftar melalui email ini.

Resep kali ini digunakan untuk menjawab permasalahan ini.

Bahan :

1. Modul OG Role
2. Modul OG

Cara Menggunakan :

1. Download 2 buah modul yang diperlukan.
2. Install kedua modul tersebut
3. Melalui menu : Administer -> Site Building -> Modules, aktifkan modul OG user roles.
4. Setting default role dengan cara :

  • masuk ke menu : Administer -> Organic Groups -> Organic Groups user roles.
  • pada tab General, expand fieldset Default Non-Group Role for new users.
  • Tandai pilihan : Set default global (site-wide) role for new signups?
  • pada bagian selectable roles, pilih role yang diinginkan, dalam kasus ini adalah applicant.
  • simpan konfigurasi dengan klik tombol Save Configuration







Drupal dan Proyek ISDM

28 03 2009

Berawal dari projek untuk matakuliah Information System Development System, akhirnya saya kembali menggunakan CMS  (Content Management Software) untuk membantu mempercepat proses pengembangan projek ini. Projek untuk matakuliah ini sebenarnya cukup sederhana, yakni membangun sistem rekruitmen untuk  Human Resource Office AIT.Namun yang jadi kendala bagi saya dan tim adalah diwajibkannya menerapkan RUP (Rational Unified Process) sebagai metode pengembangannya. Banyak dokumen yang harus dipelajari dan disiapkan sebagai deliverable pada setiap iterasi di setiap phase. Hingga tulisan ini dibuat, kami baru akan mengakhiri Elaboration phase, setelah kurang lebih 1,5 bulan berkutat di Inception phase. Masih ada waktu sekitar 1 bulan untuk construction phase. Sedangkan untuk transition phase,   tidak akan diterapkan, karena waktu yang tidak memungkinkan.

Kembali ke CMS, pilihan kali ini dijatuhkan pada Drupal. Hal ini dikarenakan Drupal memiliki modul workflow dan form generation yang memang jadi kebutuhan utama untuk projek ini. Dibandingkan dengan CMS lain yang pernah saya coba, seperti Joomla,  Mambo, dan Zope, menurut saya Drupal lebih mudah dan sederhana dalam adminsitrasi. Selain itu fleksibel dalam hal kustomisasi. Sebagai contoh, sebelumnya untuk membuat sebuah form dan menampilkannya sebagai sebuah konten, saya coba dengan membuat sebuah modul dan ini saya rasakan cukup berat seperti halnya ketika kita ingin membuat modul di Joomla ataupun Mambo. namun, setelah browsing ke sana kemari, saya temukan bahwa saya dapat meng-embed kode PHP pada sebuah page. Saya rasakan ini lebih mudah dan tidak memakan waktu karena time constraint yang ada dan beberapa projek untuk mata kuliah lain membuat saya kesulitan untuk mempelajari beberapa Drupal API (Application Programming Interface) untuk sekedar membuat sebuah modul.

Berikutnya saya akan coba share beberapa pengalaman praktis dengan Drupal hingga saat ini dalam beberapa seri. Karena saya rasa perlu mendokumentasikan hal ini agar di masa mendatang saya lebih mudah dan cepat dalam pengembangan projek-projek lain, baik berupa tugas maupun real project.





Project Management : Time Estimation

10 03 2009

Dalam mengelola suatu proyek, diperlukan suatu perkiraan untuk menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu task/aktivitas yang terlibat dalam sebuah proyek. Untuk ini dapat mengggunakan PERT (Program Evaluation Review Technique) Analysis.

2. Menentukan critical path. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan network diagram untuk menggambarkan hubungan dan ketergantungan antar task, untuk kemudian menghitung critical path dengan menentukan slack time untuk tiap aktivitas dengan formula Latest Expected Completion Time (TL) –  Earliest Expected CompletionTime (TE).

Untuk memudahkan pemahaman langkah demi langkah menghitung critical path ini, dapat disimak di video berikut.





Bukti Kebesaran Allah

1 12 2008

Subhanallah….tiada kata yang dapat terucap ketika menyaksikan fenomena alam petang hari ini. Usai makan malam dalam perjalanan menuju perpustakaan untuk persiapan Final Exam esok hari, nampak banyak sekali orang memandang ke arah langit sebelah barat. Beberapa nampak memotret fenomena yang mungkin sangat jarang terjadi ini. Di atas sana nampak 2 buah bintang di atas bulan sabit sehingga seolah membentuk “happy face”.

Berikut foto-foto yang berhasil kuabadikan. Sayang hanya pake kamera digital, tapi aku rasa dah cukup menjadikan bukti mengenai kebesaran Allah.

Fenomena Alam 1Fenomena Alam 2





Web 2.0 : Kunci Sukses Kampanye Barack Obama

10 11 2008

Akhirnya, Barack Hussein Obama memenangkan pertarungan sengit menuju kursi kepresidenan AS dengan memperoleh 338 electoral vote dari 24 negara bagian.

Semua itu tidak terlepas dari “barang dagangan” yang dijajakan oleh Obama. Janji perubahan yang ditawarkan, semangat dan kharisma yang dibawanya, membuat Obama lebih unggul dibandingkan lawannya, Mc Cain, yang lebih berumur dan tampak telah letih, serta masih mengusung lagu lama sebagaimana pendahulunya dari Partai Republik.

Akan tetapi, juga tidak bisa dipungkiri bahwasanya kisah sukses Obama dengan kecerdasannya (dosen saya dari AS, sempat berkomentar, “akhirnya setelah 12 tahun, ada juga presiden yang berotak”), didukung oleh strategi yang kuat dari tim kampanyenya yang mengusung web 2.0 dengan teknologi social-networking (jejaring sosial).

Dengan teknologi ini, Obama dengan PD, “menjual diri”-nya dan mempengaruhi publik hingga ke pelosok negeri untuk bersama-sama bekerja membantu kampanyenya serta menggalang dana.

Dalam pemilihan presiden di AS (dan juga di negeri ini) uang memainkan peran yang sangat penting demi keberlangsungan dan kesuksesan kampanye sang kandidat. Obama dengan MyBO-nya, sebutan untuk situs jejaring sosial resmi Obama, www.barackobama.com, hingga Juli 2008, telah menghasilkan lebih dari $200 juta yang berasal dari 1 juta lebih pendonor online. Obama berhasil membuktikan bahwa dia pun dapat memperoleh dana kampanye yang sangat besar tanpa harus tergantung pada pelobi politik yang umumnya dikuasai oleh pihak corporate besar. Hal ini juga memberikan nilai lebih baginya yang ingin membersihkan politik AS dari pelobi politik yang umumnya memberikan donasi dalam jumlah besar untuk mendukung sang kandidat.

MyBO dikembangkan oleh Blue State Digital dengan merekrut Chris Hughes, salah satu pendiri Facebook, untuk membantu mengembangkannya. Melalui situs ini pula Obama dapat merekrut jutaan volunteer yang membantunya berkampanye melalui house party (semacam acara diskusi yang diselenggarakan oleh salah seorang volunteer dengan mengundang orang-orang dalam satu lingkungannya guna mempromosikan kandidat yang didukung ). Di situs ini disediakan fasilitas untuk memberikan sumbangan, mencetak brosur kampanye, menemukan kelompok-kelompok dan kegiatan diskusi lokal, kontak undecided voters yang berada dekat dengan lingkungan si volunteer, dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya itu amat sangat membantu sang volunteer dalam berkampanye mendukung Obama.

Selain berpromosi melalui situs resmi, tim kampanye Obama juga memanfaatkan situs jejaring sosial lainnya seperti Facebook (hingga tulisan ini dibuat tercatat memiliki 3.032.394 supporter), MySpace (875.490 friends) , serta layanan microblogging Twitter (125.882 followers yang menjejaki posting singkat Obama). Demikian pula video-video kampanye Obama yang dipasang di Youtube, umumnya memiliki jutaan hits. Salah satunya adalah video music Obama yang berjudul “Yes We Can” yang telah ditonton 13.260.014 kali.

Di Indonesia sendiri, nampaknya fenomena keberhasilan kampanye Obama memanfaatkan teknologi Internet mulai banyak diikuti para calon kandidat yang akan berlaga di Pemilu 2009. Meski demikian saya sependapat dengan apa yang ditulis oleh Herman Saksono, bahwa apa yang dilakukan politikus di Indonesia tidaklah akan berhasil jika “barang dagangan” serta “diri” yang akan mereka jual tidaklah bernilai jual tinggi. Selain itu, kebiasaan kita yang umumnya bisa membuat namun tidak bisa merawat (dalam hal ini pemanfaatan webblog maupun situs jejaring sosial, yang tidak up-to-date), akan juga mengulang kegagalan yang dialami oleh lawan-lawan Obama, seperti McCain dan Hillary Clinton, yang sama –sama memanfaatkan teknologi ini, namun tidak optimal dalam pemanfaatannya.

Sumber :

Talbot, David. “How Obama Really Did It”. Technology Review Magazine, September/October 2008, p.78-83

http://www.facebook.com/barackobama

http://twitter.com/BarackObama

http://www.myspace.com/barackobama






We Are the Champion

2 11 2008

Alhamdulillah…..akhirnya kita juara. Lega sudah rasanya, setelah sekitar 1 bulan mengawal tim Welcome Show 08, akhirnya jerih payah kita terbayarkan sudah.

Indonesia meraih 3 gelar juar di ajang Welcome Show 08 ini, yakni :

a. Juara III dancing competition. Tahun ini kita membawakan tari piring, tari tradisional dari daerah Sumatera Barat. Tahun sebelumnya kita membawakan Tari Saman dari Aceh, dan senantiasa mendapatkan sambutan yang meriah jika tari ini dipentaskan. Namun, dengan pertimbangan untuk lebih mengenalkan budaya Indonesia, akhirnya dipilih lah tari Piring ini. Meski hanya memperoleh gelar juara III, namun kita sangat bangga, karena kita satu2nya yang memperoleh gelar juara karena membawakan tari tradisional. Sedangkan juara II (Nepal) dan Juara I (Thailand) membawakan modern dance dengan musik yang nge-beat. Dan kemaren, 31 Oktober 08, tim tari juga diminta tampil kembali di acara 3 Institutions Sports Day. Sedangkan untuk November nanti, sudah siap-siap kembali tampil di Indonesian Day di Thammasat University. Good luck for all of u guys….

Terima kasih buat Pak Jin Ai dan Bu Ririn yang telah bersusah payah melatih dan mengawal teman-teman meraih gelar juara kali ini. Selamat juga saya ucapkan untuk Pak Jin Ai, yang pada 29 Oktober 08 lalu, sukses juga dalam Final Defense-nya dan memperoleh gelar D.Eng. Untuk bu Ririn, selamat berjuang bulan depan, semoga dapat mengikuti kesuksesan Pak Jin Ai.  :)

b. Juara II  Singing competition. Di kompetisi ini kita menerjunkan Bu Nita, salah seorang dosen kita dari Universitas Jember, yang membawakan lagu Remember Me this Way-nya Jordan Hill (OST Casper). It’s great song with great voice, bu….

c. dan…akhirnya, Juara I drama competition. Di drama competition ini kita membawakan drama berjudul “Kung Fu Panda at AIT“.  Suasana pada saat detik-detik pengumuman juara untuk kategori ini benar-benar mendebarkan. Pada saat diumumkan juara III yang diraih oleh musuh bebuyutan kita, Vietnam, saat itu juga semua mahasiswa Indonesia langsung bersorak gembira. Apalagi, ketika juara II yang diraih oleh India diumumkan, suasana semakin gegap gempita. Saat itu semua nampak percaya diri, bahwa Indonesia akan memperoleh gelar juara I. Dan akhirnya ketika diumumkan bahwa Indonesia, memperoleh gelar Juara, berhamburan lah  sekitar 80-an warga Indonesia yang menyaksikan WS 08 ini ke atas panggung. Wah suasananya benar-benar heboh, layaknya Indonesia baru memperoleh gelar juara di pertandingan Badminton…:)).  Terima kasih saya sampaikan untuk  P Risdy, P Kirno, dan P Partoyo, serta P Yusak, yang sudah rela membantu mengisi suara dan nglembur untuk ngedit movie kita. Tidak lupa pula bakwan dan bubur sumsum beras merah-nya Bu Luluk yang telah menemani lembur kita. Special thanx to Tisa dan Syamsul, yang sudah sejak awal UTS ngerjain proyek ini. Tidak sia-sia ngelembur seminggu sampe bolos kuliah dan tertidur di kelas ya Friends, …:P.

Sedangkan untuk Mr. and Miss AIT, seperti beberapa tahun sebelumnya kita juga belum bisa memperoleh gelar …heheh. Untuk Willy dan Amel, gpp kok. yang penting kita ikut ngremaein acara-nya.

Terakhir, terima kasih buat Pak Didik atas dukungan moral dan finansial serta kehadiran Bapak dan rekan-rekan dari beberapa uni di Thailand. Kita tunggu kembali dukungannya di Culture Show 09. We’ll do the best again.

Finally, kita semua bisa mencapai kesuksesan ini, karena sejak awal kita sudah meresapi pesan moral yang diberikan Master Oggway kepada Master Shi Fu, ketika diminta melatih Po :

” Just Believe “

bahwa kita harus percaya pada diri kita sendiri, apa pun tantangan dan hambatan yang kita hadapi.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.