Web 2.0 : Kunci Sukses Kampanye Barack Obama

10 11 2008

Akhirnya, Barack Hussein Obama memenangkan pertarungan sengit menuju kursi kepresidenan AS dengan memperoleh 338 electoral vote dari 24 negara bagian.

Semua itu tidak terlepas dari “barang dagangan” yang dijajakan oleh Obama. Janji perubahan yang ditawarkan, semangat dan kharisma yang dibawanya, membuat Obama lebih unggul dibandingkan lawannya, Mc Cain, yang lebih berumur dan tampak telah letih, serta masih mengusung lagu lama sebagaimana pendahulunya dari Partai Republik.

Akan tetapi, juga tidak bisa dipungkiri bahwasanya kisah sukses Obama dengan kecerdasannya (dosen saya dari AS, sempat berkomentar, “akhirnya setelah 12 tahun, ada juga presiden yang berotak”), didukung oleh strategi yang kuat dari tim kampanyenya yang mengusung web 2.0 dengan teknologi social-networking (jejaring sosial).

Dengan teknologi ini, Obama dengan PD, “menjual diri”-nya dan mempengaruhi publik hingga ke pelosok negeri untuk bersama-sama bekerja membantu kampanyenya serta menggalang dana.

Dalam pemilihan presiden di AS (dan juga di negeri ini) uang memainkan peran yang sangat penting demi keberlangsungan dan kesuksesan kampanye sang kandidat. Obama dengan MyBO-nya, sebutan untuk situs jejaring sosial resmi Obama, www.barackobama.com, hingga Juli 2008, telah menghasilkan lebih dari $200 juta yang berasal dari 1 juta lebih pendonor online. Obama berhasil membuktikan bahwa dia pun dapat memperoleh dana kampanye yang sangat besar tanpa harus tergantung pada pelobi politik yang umumnya dikuasai oleh pihak corporate besar. Hal ini juga memberikan nilai lebih baginya yang ingin membersihkan politik AS dari pelobi politik yang umumnya memberikan donasi dalam jumlah besar untuk mendukung sang kandidat.

MyBO dikembangkan oleh Blue State Digital dengan merekrut Chris Hughes, salah satu pendiri Facebook, untuk membantu mengembangkannya. Melalui situs ini pula Obama dapat merekrut jutaan volunteer yang membantunya berkampanye melalui house party (semacam acara diskusi yang diselenggarakan oleh salah seorang volunteer dengan mengundang orang-orang dalam satu lingkungannya guna mempromosikan kandidat yang didukung ). Di situs ini disediakan fasilitas untuk memberikan sumbangan, mencetak brosur kampanye, menemukan kelompok-kelompok dan kegiatan diskusi lokal, kontak undecided voters yang berada dekat dengan lingkungan si volunteer, dan lain sebagainya, yang mana kesemuanya itu amat sangat membantu sang volunteer dalam berkampanye mendukung Obama.

Selain berpromosi melalui situs resmi, tim kampanye Obama juga memanfaatkan situs jejaring sosial lainnya seperti Facebook (hingga tulisan ini dibuat tercatat memiliki 3.032.394 supporter), MySpace (875.490 friends) , serta layanan microblogging Twitter (125.882 followers yang menjejaki posting singkat Obama). Demikian pula video-video kampanye Obama yang dipasang di Youtube, umumnya memiliki jutaan hits. Salah satunya adalah video music Obama yang berjudul “Yes We Can” yang telah ditonton 13.260.014 kali.

Di Indonesia sendiri, nampaknya fenomena keberhasilan kampanye Obama memanfaatkan teknologi Internet mulai banyak diikuti para calon kandidat yang akan berlaga di Pemilu 2009. Meski demikian saya sependapat dengan apa yang ditulis oleh Herman Saksono, bahwa apa yang dilakukan politikus di Indonesia tidaklah akan berhasil jika “barang dagangan” serta “diri” yang akan mereka jual tidaklah bernilai jual tinggi. Selain itu, kebiasaan kita yang umumnya bisa membuat namun tidak bisa merawat (dalam hal ini pemanfaatan webblog maupun situs jejaring sosial, yang tidak up-to-date), akan juga mengulang kegagalan yang dialami oleh lawan-lawan Obama, seperti McCain dan Hillary Clinton, yang sama –sama memanfaatkan teknologi ini, namun tidak optimal dalam pemanfaatannya.

Sumber :

Talbot, David. “How Obama Really Did It”. Technology Review Magazine, September/October 2008, p.78-83

http://www.facebook.com/barackobama

http://twitter.com/BarackObama

http://www.myspace.com/barackobama


Advertisements




No Respect for Them

3 08 2008

Hari sabtu, 2 Agustus 2008, saya dan istri membawa Raissa ke RS. Sadjito, karena sudah seminggu ini diare dan malam sebelumya demam. Sudah diberikan parasetamol namun panasnya tidak juga turun. Setelah diperiksa oleh dr. Endi, dokter langganan kami, beliau tidak memberikan obat khusus selain obat untuk diare-nya. Beliau meminta kami observasi dulu kondisi Raissa hingga hari senin. Jika kondisinya tidak membaik, baru akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

Setelah memeriksakan Raissa, kami mampir sebentar ke kantin, karena memang pagi itu belum sempat sarapan. Di kantin saat itu terlihat beberapa dokter residen (dokter yang ngambil spesialisasi), dan salah satu di antaranya seorang pria . Dokter pria tersebut saat itu sedang bekerja dengan laptop-nya sambil menghisap rokoknya.

Tidak berapa lama setelah kami memesan makanan, datang lagi beberapa rombongan dokter residen, dan banyak di antaranya juga pria. Setelah mereka memesan makanan, seperti halnya dokter pria dengan laptop tadi, beberapa dokter pria tadi dengan asiknya menghisap rokok.

Saat itu hanya satu kalimat yang bisa saya ungkapkan

No Respect For Them

Bagaimana mungkin saya akan memeriksakan kondisi kesehatan saya dan keluarga kepada orang-orang yang tidak menghargai kesehatannya sendiri.

Saya tidak mempermasalahkan seseorang untuk menghisap rokok, toh itu adalah pilihan masing-masing. Hanya saja itu jadi sesuatu yang mengusik saya ketika hal tersebut dilakukan oleh dokter-dokter yang katanya mengerti tentang kesehatan, di mana dia juga punya tanggung jawab mempelopori dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Tidak habis pikir juga, mereka dengan santainya tanpa rasa bersalah merokok di tempat umum yang saat itu juga ada anak kecil.





Jagalah Kebersihan

13 07 2008

Tulisan ini terinspirasi tulisan Pak Taufiq tentang tulisan-tulisannya yang dituduh kebarat-baratan karena banyak menonjolkan nilai positif yang diterapkan di negara-negara Barat yang nota bene mayoritas penduduknya adalan non Islam. 

Salah satu nilai positif yang sering kita dengar atau pernah saksikan adalah bagaimana bersihnya lingkungan, jalan, dan terutama WC di negara-negara Barat. Bagaimana WC/Toilet di negara-negara tersebut senantiasa wangi, bersih, dan nyaman untuk digunakan.  Adanya aturan untuk tidak meludah sembarangan dan sebagainya.

Mungkin kita harus sering kembali mengingatkan kepada saudara-saudara muslim lainnya bahwa Islam adalah agama yang sempurna yang banyak mengajarkan nilai positif dalam semua aspek kehidupan.
Akan tetapi seringkali hal itu dinodai oleh penganut-nya yang akhirnya di-generalisasi oleh orang di luar Islam sebagai Islam itu sendiri.

Sebagai contoh dulu saya merasa sering kecewa ketika di Indonesia banyak orang buang sampah sembarangan. Di WC masjid, yang nota bene ketika kita akan memasukinya kita bersuci terlebih dulu, kondisinya amat meprihatinkan, jorok dan bau pesing menyengat. Sampai-sampai ketika akan menggunakannya saya sampai bergidik karena tidak tahan dengan kondisi seperti itu, tapi karena terpaksa, ya dipake juga.

Dulu saya merasa bahwa gaya hidup tidak bersih ini hanya terjadi Indonesia saja. Akan tetapi saya menjadi kaget ketika ternyata di Saudi ini kondisinya juga tidak jauh berbeda.

Sebagai contoh di Masjid Kampus saya, yang nota bene gedungnya sangat megah, AC-nya sangat dingin dan hidup 24 jam, listriknya begitu terang benderang. Akan tetapi, kondisi WC dan tempat wudhu-nya begitu memprihatinkan. Sama seperti ketika di Indonesia, ketika akan menggunakan WC-nya pertama kali, saya pun bergidik, bagaimana tidak, dengan model kloset jongkok yang tidak seperti Indonesia (leher angsa/bebek ya …), saluran pembuangannya langsung lurus ke bawah dan nampaknya tidak terlalu dalam, sehingga kadang kala kotoran hasil pembungan manusia, sering kali masih tertinggal. Selain itu, jet washer-nya  sering kali tidak ditempatkan/terjatuh dari gantungannya sehingga terjuntai masuk ke lubang pembuangan..Hoekkk.

Itu baru satu tempat, berikutnya ketika ber-umrah ke Mekah. Di sepanjang perjalanan pergi maupun pulang ketika kita mampir di rest area, kondisi WC-nya pun amat memprihatinkan. bahkan saking ‘jijay’ nya kita dengan kondisi tersebut, saya dan teman-teman lebih memilih buang air di gurun dengan berbekal air minum dalam kemasan. Demikian pula ketika ber-ihram di tempat miqot. Kondisi-nya juga hampir sama.

Di Masjidil Haram pun kondisinya tidah jauh berbeda meskipun lebih lumayan. Saya pernah menanyakan ke rekan-rekan yang lain tentang kondisi tersebut, dan dijawab bahwa kondisi Masjid Haram lebih bersih di luar musim Haji. Saya agak sulit membayangkan bagaimana kondisinya jika musim haji tiba.  

Yang saya sayangkan kenapa pengelola nampaknya kurang peduli dengan hal ini. Ok-lah kalau dikatakan kebersihan WC tidak terlepas dari kebiasaan penggunanya. Jika penggunanya terbiasa membersihkan dengan baik hasil pembuangannya, maka WC-nya pun akan bersih, demikian pula sebaliknya.

Namun, apakah pengelola (khususnya di Masjid Kampus saya), tidak mampu membayar petugas kebersihan untuk selalu membersihkan WC terutama di waktu-waktu menjelang atau setelah Shalat? Dan saya sangat meragukan hal ini.  Saya jarang melihat petugas kebersihan di WC/tempat wudhu masjid ini. padahal di luar cukup banyak petugas kebersihan yang ada.  

Kadang merasa sangat gemas sekali meilhat kondisi yang demikian. Pertanyaannya siapakah yang salah dalam hal ini? Apakah guru-guru kita atau ulama-ulama kita selama ini jarang mengajarkan masalah kebersihan ini? Apakah tidak cukup ajaran untuk senantiasa bersuci menjadi motivasi untuk senantiasa menjaga kebersihan tidak hanya diri kita akan tetapi juga lingkungan tempat kita bersuci. Saya rasa dalam kajian-kajian masalah bersuci sangat perlu ditekankan hal yang demikian. Bahwasanya tidak cukup diri kita yang terbebas dari hadas dan najis, akan tetapi kondisi lingkungan tempat kita bersuci juga diusahakan semaksimal mungkin bersih dari hadas dan najis sehingga akan lebih menyempurnakan kesucian kita. Wallahu ‘Alam.





Hati-hati Berlanggan Telkomsel Flash Unlimited

11 07 2008

Judul di atas mungkin sudah sering dijumpai kalau kita menggunakan mesin pencari Google. Tulisan ini juga untuk mengingatkan kembali rekan-rekan yang mungkin inggin berlanggan Telkom Flash Unlimited karena tawarannya yang begitu menggiurkan.

Kejadiannya berawal ketika saya ingin berlangganan Telkomsel Flash Unlimited. Setelah melakukan pengajuan memperoleh Kartu Halo baru dan melalui proses survey, pada tanggal 4 Juni 2008, saya datang ke Grapari Jogja untuk mengambil SIM card tersebut.

Di sini saya diterima oleh Winda (?), dan diberi penjelasan dengan baik. Setelah kartu diterima, sesuai pesan petugas yang menerima pengajuan kartu saya, saya langsung mendaftar untuk mengaktifkan paket Telkomsel Flash Unlimited Basic tanpa berlangganan modem (Rp 125.000/bulan). Oleh Winda saya diberi selembar form layanan pelanggan yang betuliskan berlangganan Telkomsel Flash Unlimited tanpa berlanggan modem. Kemudian dia menyampaikan Flash akan aktif setelah sinyal jaringan Kartu Halo muncul (aktif) dan hal itu butuh waktu 1×24 jam. Selain itu dia juga memberikan selembar catatan terkait username dan password serta APN yang digunakan untuk koneksi. Dia juga menekankan bahwa APN yang digunakan adalah internet , karena selain APN ini akan dihitung sebagai GPRS biasa yang 12/KB.

Keesokan harinya, begitu kartu Halo saya aktif, saya meminjam modem Rafi, untuk mencoba koneksi internet. Dan ternyata koneksinya cukup baik. Selanjutnya kartu tersbeut saya gunakan untuk selancar di Internet kurang lebih 2 hari. Pada saat yang bersamaan saya juga mengaktifkan fitur Halo Cek. Pada hari ketiga, saya kaget ketika saya mencoba cek pemakaian dengan *888#, ternyata tagihan saya sudah mencapai Rp 200 rb lebih.  Kaget dengan hal ini saya coba searching di Google apakah memang ada permasalahan dengan Flash ini, dan ternyata cukup banyak blog yang membahas bahwa sistem billing yang ada ngaco. Mengetahui hal tersebut saya hentikan penggunaan koneksi internet dengan Flash ini.

Pada tanggal 9 Juni 2008, saya datang ke Grapari Jogja untuk komplain masalah ini, tapi saya lupa nama CS yang melayani. Oleh CS permasalah saya dicek (ga tau dia masuk ke dalam cukup lama, mungkin ada sekitar 15 menit lebih). Ketika dia kembali, dia menyatakan bahwa billing yang ada memang ga akurat dan setelah dicek pemakaian saya masih Rp 0. Dia juga menyampaikan kalau memang ada masalah tagihan maka hal itu nanti akan diselesaikan. Saat itu juga saya merekam percakapan saya dengan dia, karena banyak blog yang menyarankan kita untuk merekam percakapan dengan CS karena CS Telkomsel dikenal sering asal ngomong alias suka menjilat ludah sendiri.

Mendengar penjelasan tersebut saya cukup lega dan kembali menggunakan Flash seperti biasa. Hingga saat ini saya berada di Riyadh, Flash digunakan istri saya. Yang mengejutkan ketika pada tanggal 9 Juni 2008, istri saya meminta tagihan ke Grapari, ternyata tagihan sudah mencapai 1 juta lebih. Tentu saja istri saya kaget. Dia kemudian komplain ke CS, dan oleh CS dicek. Setelah menunggu hampir 1 jam, ternyata dnyatakan bahwa Flash saya bar aktif tanggal 9 Juni (hari saat saya komplain dan dinyatakan tidak bermasalah). CS juga menyalahkan pelanggan karena tidak membaca kontrak yang menyatakan bahwa Flash baru bisa digunakan jika sudah ada konfirmasi dari Telkomsel. Padahal saya tidak pernah sama sekali disodorkan kontrak apa pun dan ada syarat-syarat macam itu. Pada saat mendaftar pun CS tidak perah menyatakan hal demikian. Memang rekan istri saya, yang juga berlangganan Flash pernah diberi tahu hal ini, namun hingga beberapa hari dia tidak pernah dihubungi Telkomsel, sampai akhirnya dia yang menghubungi dan dinyatakan Flash-nya sudah aktif.

Dari sini jelas, Telkomsel tidak profesional. Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan, yakni :

1. Telkomsel sangat tidak profesional karena jelas billing system-nya tidak siap untuk produk Unlimited ini

2. Tidak ada SOP yang baku antar CS sehingga beda-beda dalam pelayanan

3. Atau Telkomsel dengan sengaja mencuri uang pelanggan dengan cara-cara kotor seperti ini.

So, bagi rekan-rekan lain mohon berhati-hati, n bagi yang pernah mengalami kejadian serupa, bagaimana kalo kita mengajukan class action ke Telkomsel.

Berikut adalah beberapa link terkait yang membahas masalah yang sama :

1. maseko

2. oprekpc

3. DetikForum

4. Pengguna Telkomsel Flash Unlimited Harap Hati-hati

5. Tagihan Telkomsel Flash 1 Miliar





Beasiswa Itu…..

28 06 2008

Postingan Pak Yudi di Milis informatika-uii ………..

“Ada yang berharap dengan cemas dapatnya beasiswa, dan sabar serta doa
terus agar bisa lolos, itulah mbak Lizda (alhamdulillah ternyata dapat
beasiswa dikti dan agustus ini akan berangkat ke belanda)

Ada yang optimis dapat beasiswa karena memang memiliki kualifikasi dan
mumpuni sehingga akhirnya diterima dimana-mana. Namun kabar terakhir
juga bingung untuk memilih yang mana atau bahkan nantinya tidak kemana-
mana (mas andri dan mas syarif yang lolos beasiswa menkominfo dan
beasiswa dikti), wallohu’alam, mudah2an tidak menjadi preseden buruk
bagi UII dan INF karena mengabaikan hasil yg telah didapat.

Ada yang baru beberapa hari diterima di INF, ternyata langsung dapat
beasiswa, (selamat untuk mas hatta yang lagi ngambil program master di
thailand )

Ada yang kaget dapat beasiswa karena merasa tidak mengirimkan namun
ternyata dipanggil (selamat kaget untuk mas hendrik),  ternyata
kekagetan itu berbuah pengalaman berharga untuk mencicipi sejenak
udara KSU. Ternyata barangkali rejeki mas Hendrik ini, Allah Swt
pindahkan ke AIT Thailand juga biar bisa nemeni mas wawan.

Ada pula yang ngirim berkas beasiswa namun akhirnya selalu di tolak
(jangan berkecil hati untuk pak Taufiq, dua kali penolakan justru jadi
pelengkap dapatnya dana dari UII, kapan berangkat….? )

Ada pula yang masih harus kerja keras mendapatkan beasiswa, jangan
kecil hati dan pantang menyerah, selamat berburu beasiswa untuk mas
Rafi’e dan mas Beni.”





Susahnya Memperoleh Token Pin Mandiri

29 05 2008

Sudah sebulan ini saya mencari token untuk transaksi perbankan dengan internet banking Mandiri, tapi ternyata sulit sekali. Beberapa kali saya harus gagal melakukan transaksi dengan debit mandiri karena ga punya token.

Beberapa kali bolak-balik ke Mandiri Cabang Bulak Sumur selalu dijawab kosong. Terakhir tanggal 28 Mei 08 kemaren, mereka menyatakan baru saja habis karena mereka hanya memperoleh 10 token. Bayangkan cabang sebesar Bulak Sumur hanya dapat 10 token.

Benar-benar mengecewakan pelayanan Bank Mandiri. Sangat terlihat mereka tidak siap menerapkan internet banking ini. Padahal mereka dulu sangat gencar agar nasabah mau memanfaatkan internet banking, tapi ketika banyak nasabah yang tertarik, ternyata mereka tidak siap. Seharusnya minimal mereka menyiapkan sejumlah nasabah yang terdaftar. Meskipun mungkin awalnya belum memanfaatkan transaksi via internet, namun dengan edukasi yang terus dilakukan, bukan tidak mungkin akan semakin banyak yang menggunakan karena memang banyak manfaatnya seperti tidak perlu repot keluar kantor or ngantri lama di cabang yang ada.

So, buat Bank Mandiri, tolong donk dipersiapkan dengan baik. Jangan sekedar bikin produk atau layanan tapi ga mampu mengelola dan merawat.





Inspiring Story

9 04 2008

Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air
dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya .

Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .

Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi
Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu
satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara
pak tukang ledeng .

Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini , kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .

Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz
untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres
atau masih timbul masalah ? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .

Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang
ledeng untuk bekerja di perusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr .
Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public
Relation di Mercedez Benz !

Dari kisah di atas kita dapat melihat bahwa customer relationship merupakan salah satu faktor yang penting dalam menjamin keberlangsungan usaha/bisnis di mana iklim kompetisi yang sangat ketat.