Resep #1: Setting default role untuk pengguna baru

28 03 2009

Pada dasarnya Drupal menyediakan 2 default role, yaitu :

a. anonymous user
b. authenticated user

Dan untuk pengguna baru yang mendaftar melalui email, tidak ada role yang di-set. Dalam kasus sistem rekritmen untuk HR Office di AIT, kami memerlukan 3 role baru, yakni :

a. Applicant
b. HR Officer
c. Unit

Untuk pengguna dengan role HR Officer dan Unit dibuat oleh adminsitrator dan/atau penggua dengan role HR Officer. Sedangkan untuk calon pelamar yang mendaftar melalui email akan diset dengan role Applicant. Untuk itu perlu diset role default untuk pengguna yang mendaftar melalui email ini.

Resep kali ini digunakan untuk menjawab permasalahan ini.

Bahan :

1. Modul OG Role
2. Modul OG

Cara Menggunakan :

1. Download 2 buah modul yang diperlukan.
2. Install kedua modul tersebut
3. Melalui menu : Administer -> Site Building -> Modules, aktifkan modul OG user roles.
4. Setting default role dengan cara :

  • masuk ke menu : Administer -> Organic Groups -> Organic Groups user roles.
  • pada tab General, expand fieldset Default Non-Group Role for new users.
  • Tandai pilihan : Set default global (site-wide) role for new signups?
  • pada bagian selectable roles, pilih role yang diinginkan, dalam kasus ini adalah applicant.
  • simpan konfigurasi dengan klik tombol Save Configuration



Advertisements




Drupal dan Proyek ISDM

28 03 2009

Berawal dari projek untuk matakuliah Information System Development System, akhirnya saya kembali menggunakan CMS  (Content Management Software) untuk membantu mempercepat proses pengembangan projek ini. Projek untuk matakuliah ini sebenarnya cukup sederhana, yakni membangun sistem rekruitmen untuk  Human Resource Office AIT.Namun yang jadi kendala bagi saya dan tim adalah diwajibkannya menerapkan RUP (Rational Unified Process) sebagai metode pengembangannya. Banyak dokumen yang harus dipelajari dan disiapkan sebagai deliverable pada setiap iterasi di setiap phase. Hingga tulisan ini dibuat, kami baru akan mengakhiri Elaboration phase, setelah kurang lebih 1,5 bulan berkutat di Inception phase. Masih ada waktu sekitar 1 bulan untuk construction phase. Sedangkan untuk transition phase,   tidak akan diterapkan, karena waktu yang tidak memungkinkan.

Kembali ke CMS, pilihan kali ini dijatuhkan pada Drupal. Hal ini dikarenakan Drupal memiliki modul workflow dan form generation yang memang jadi kebutuhan utama untuk projek ini. Dibandingkan dengan CMS lain yang pernah saya coba, seperti Joomla,  Mambo, dan Zope, menurut saya Drupal lebih mudah dan sederhana dalam adminsitrasi. Selain itu fleksibel dalam hal kustomisasi. Sebagai contoh, sebelumnya untuk membuat sebuah form dan menampilkannya sebagai sebuah konten, saya coba dengan membuat sebuah modul dan ini saya rasakan cukup berat seperti halnya ketika kita ingin membuat modul di Joomla ataupun Mambo. namun, setelah browsing ke sana kemari, saya temukan bahwa saya dapat meng-embed kode PHP pada sebuah page. Saya rasakan ini lebih mudah dan tidak memakan waktu karena time constraint yang ada dan beberapa projek untuk mata kuliah lain membuat saya kesulitan untuk mempelajari beberapa Drupal API (Application Programming Interface) untuk sekedar membuat sebuah modul.

Berikutnya saya akan coba share beberapa pengalaman praktis dengan Drupal hingga saat ini dalam beberapa seri. Karena saya rasa perlu mendokumentasikan hal ini agar di masa mendatang saya lebih mudah dan cepat dalam pengembangan projek-projek lain, baik berupa tugas maupun real project.