No Respect for Them

3 08 2008

Hari sabtu, 2 Agustus 2008, saya dan istri membawa Raissa ke RS. Sadjito, karena sudah seminggu ini diare dan malam sebelumya demam. Sudah diberikan parasetamol namun panasnya tidak juga turun. Setelah diperiksa oleh dr. Endi, dokter langganan kami, beliau tidak memberikan obat khusus selain obat untuk diare-nya. Beliau meminta kami observasi dulu kondisi Raissa hingga hari senin. Jika kondisinya tidak membaik, baru akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

Setelah memeriksakan Raissa, kami mampir sebentar ke kantin, karena memang pagi itu belum sempat sarapan. Di kantin saat itu terlihat beberapa dokter residen (dokter yang ngambil spesialisasi), dan salah satu di antaranya seorang pria . Dokter pria tersebut saat itu sedang bekerja dengan laptop-nya sambil menghisap rokoknya.

Tidak berapa lama setelah kami memesan makanan, datang lagi beberapa rombongan dokter residen, dan banyak di antaranya juga pria. Setelah mereka memesan makanan, seperti halnya dokter pria dengan laptop tadi, beberapa dokter pria tadi dengan asiknya menghisap rokok.

Saat itu hanya satu kalimat yang bisa saya ungkapkan

No Respect For Them

Bagaimana mungkin saya akan memeriksakan kondisi kesehatan saya dan keluarga kepada orang-orang yang tidak menghargai kesehatannya sendiri.

Saya tidak mempermasalahkan seseorang untuk menghisap rokok, toh itu adalah pilihan masing-masing. Hanya saja itu jadi sesuatu yang mengusik saya ketika hal tersebut dilakukan oleh dokter-dokter yang katanya mengerti tentang kesehatan, di mana dia juga punya tanggung jawab mempelopori dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Tidak habis pikir juga, mereka dengan santainya tanpa rasa bersalah merokok di tempat umum yang saat itu juga ada anak kecil.


Actions

Information

3 responses

3 08 2008
dimas

wah.. ini dokter yang mau mati cepet pak.. mungkin sertifikat dokternya bayar juga, tidak pake perjuangan dan filosofi seorang dokter..
payah banget mereka..

4 08 2008
Hendrik

Hmmm, saya juga berfikiran gitu.. Ga heran juga sih sekarang banyak kasus malpraktek

11 12 2008
riyansleman

Belum lama ini ada berita kalo ada dokter pake ijazah palsu lho….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: