Umrah

5 07 2008

Alhamdulillah, pada hari libur, Kamis-Jumat, 3- 4 Juli 2008 lalu, akhirnya aku sempat menginjakkan kaki di Mekah tempat Baitullah berada. Allah memberiku kesempatan untuk melakukan ibadah umrah bersama rekan-rekan lainnya dengan biaya yang cukup murah, yakni hanya 85 real (sekitar Rp 200 ribu lebih). Biaya tersebut belum termasuk biaya makan selama perjalanan maupun di Mekah.

Berangkat dari Riyadh Rabu, 2 Juli 2008, kurang lebih pukul 18.00 dengan menggunakan bus. Kami ber-15 plus keluarga pak Agung 5 orang. Tiba di Miqot saat azan Subuh mulai berkumandang, sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk menjalankan shalat subuh di masjidil Haram. Di sini kami mandi dan berganti pakaian dengan pakaian ihram. Di sinilah awal mulainya kita melaksanakan ibadah umrah.

Kurang lebih 1,5 jam dari Miqot, akhirnya kami tiba di Mekah Al Mukaromah. Kami diturunkan di depan hotel di seberang kantor Saudi Post. Di hotel kami istirahat sejenak dan membersihkan diri kembali. Selanjutnya rekan-rekan dari KSU berangkat ke Masjidl Haram, ada yang sendiri-sendiri karena sudah berkali-kali melakukan umrah selama setahun di sini. ada pula yang membimbing rekan-rekannya yang masih baru dan belum pernah. Contohnya aku dibimbing mas Boy, Aan bersama Andi, dan Mutahid bersama pak Kori.

Subhanallah, pemandangan di Masjidil Haram begitu menakjubkan karena ribuan orang berkumpul untuk melakukan ibadah di sini. Saat itu belum terlalu banyak orang, namun aku yakin sudah ada ribuan orang yang ada. Tidak terbayang betapa sesaknya ketika ibadah haji dilangsungkan.

Alhamdulillah aku bisa melakukan thawaf dengan mudah, karena pagi itu kondisi belum penuh sesak. Meskipun tidak berhasil mencium Hajar Aswad (karena memang antrian cukup banyak), aku cukup puas bisa berdoa di Multazam dan shalat sunah di Hijr Ismail. Setelah melakukan thawaf selanjutnya melakukan sa’i dari bukit shafa’ dan marwa . Meskipun namanya bukit, saat ini tidak nampak bukitnya, karena semua lantai telah diberi ubin, yang menandakan hanyalah sedikit tanjakan. Saat ini juga sedang dilaksanakan perluasan bangunan Masjidil Haram sehingga banyak debu dan suasana ibadah agak terganggu dengan suara bising dari pekerjaan proyek. Setelah selesai mengerjakan sa’i kemudian ritual ibadah ini diakhiri dengan tahalul (mencukur rambut). Dan akhirnya berakhir sudah ibadah umrah ini.

Selanjutnya kegiatan diisi dengan istirahat dan beribadah di Masjidil Haram. Yang menarik, setiap selesai shalat fardhu, selalu dilanjutkan dengan melaksanakan shalat jenasah. Berarti hampir tiap waktu shalat ada saja orang meningal yang dishalatkan di sini.  Alhamdulillah selain ibadah, aku berhasil mengabadikan suasana di Masjidil Haram ini. Meskipun dengan perasaan was-was dan sembari melihat sekeliling, karena dilarang menggunakan kamera di Haram. Namun ternyata ketika menjelang Magrib ke lantai 3, ternyata di sana banyak orang yang mengabadikan siatuasi di Haram ini dan ada seorang polisi berada di sana dan mendiamkannya. Akhirnya aku pun dengan santai mengambil gambar bebrapa sudut Masjid Haram ini.

Akhirnya kami kembali ke Riyadh Jumat, 4 Juli 2008, bada shalat Jumat (sekitar jam 2) dan tiba kembali di Riyadh pukul 1 dini hari.


Actions

Information

2 responses

5 07 2008
raissa

alhamdulillah…
wah…senangnya papi…
raissa jadi iri…

love u..

8 07 2008
yusdi

wah jadi kangen kesana pak….
alhamdulillah jg saya pernah umrah,,,,wah subhanallah….memang ciptaan Allah megah…..kangen sekangen2nya:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: