Di Balik Kesulitan Ada Kemudahan

28 06 2008

Hampir satu minggu ini aku merasa resah dan gelisah karena memikirkan keberlangsungan nasib di King Saud University ini. Apakah memang ini jalan yang diberikan Allah, bahwa aku hanya diberi kesempatan kurang dari 2 bulan saja untuk tinggal di Saudi ini?

Adanya permasalahan yang belum terselesaikan di kampus dan juga karena aku baru bisa kuliah Oktober 2009, maka jurusan berencana menarik aku kembali ke Indonesia. Sangat sedih kurasa waktu itu. Aku  merasa sudah bahagia dan merasakan betapa nikmatnya tinggal di sini.  Meskipun diliputi kondisi alam yang terasa tidak bersahabat, namun aku memiliki banyak kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Sudah tersusun dengan rapi rencana-rencana untuk memperbanyak ibadah kepada-Nya. Tersusun pula rencana melakukan Umrah dan Haji di tahun ini. Demikian pula rencana mempelajari bahasa Arab  agar dapat lebih memahami dan mengamalkan Quran.

Manusia memang dapat berencana, tapi Allah-lah yang berkehendak.  Nampaknya semua rencana-rencana tersebut hanyalah akan tinggal menjadi rencana. Entah kapan lagi aku akan dapat memperoleh kesempatan ini kembali.

Akan tetapi, Allah memang Maha Agung, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada hambanya yang mau bersabar dan tetap tabah dalam ujiannya. Setelah diliputi rasa bingung bagaimana caranya agar bisa segera kembali ke Indonesia, Alhamdulillah hari ini aku sudah memegang tiket keberangkatan di tangan.

Sudah terbayang sebelumnya proses yang rumit dan berbelit seperti biasa ketika mengurus administrasi dll. Akan tetapi sungguh hari ini aku merasa memperoleh nikmat dari Allah. Hari ini aku merasa sangat dipermudah oleh-Nya. Setelah mengambil Iqomah (KTP), aku langsung minta tanda tangan untuk request tiket. Alhamdulillah Sayyid Abdullah langsung memberikan tanda tangannya. Dan akhirnya aku pun langsung memperoleh ticket order.

Tidak cukup sampai di situ, di At-Tayyarr  (agen travel langganan KSU), lagi-lagi aku pun diberi kemudahan. Setelah mencoba memesan melalui staf-nya yang asal India, aku hanya memperoleh tiket Garuda, itu pun masih waiting list. Aku coba meminta dia mencari dengan Qatar Airways, Singapore Airlines, dan Etihad, namun jawabanya semua seat penuh untuk tanggal yang kuminta.

Merasa gelisah dan tidak puas, aku coba pindah ke staf asal Filipina (Mr. Edwin). Di sini, aku dicarikan tiket dengan baik. Akhirnya aku berhasil memperoleh tiket menggunakan Qatar Airways (bintang 5 lho….). Tiket yang kudapat juga tiket round-trip : Riyadh-Dhoha-Jakarta. Harganya 3678 SAR, sedikit di luar budget yang diberikan KSU yakni sekitar 3500 SAR. Namun, Alhamdulillah At-Tayyar tetap meloloskan tiket tersebut. Bahkan aku diberi uang cash sebesar 370 SAR untuk membeli tiket lokal dengan Garuda untuk Jakarta-Jogja PP. Aku sampai tidak percaya, aku memperoleh kemudahan seperti ini. Teman-teman di sini pun kaget dengan kondisi tersebut.

Alhamdulillah, Allah memang Maha Adil dan Maha Bijaksana. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan – Inna Ma’al ‘usri Yusraa (Al-Insyirah:6).


Actions

Information

2 responses

29 06 2008
raissa

tetap semangat papi!!!!!

raissa kangen…..:D

30 06 2008
cicie

Alhamdulilah, saya sangat yakin kalo Mas Hendrik akan senantiasa mendapatkan kemudahan. Sebab, setahu saya Mas Hendrik memang sangat baik dan snantiasa memberikan kemudahan kepada sesama (teman2, mahasiswa, dll…). So, Hukum Newton III pasti berlaku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: